You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Karangmulya
Logo Desa Karangmulya
Desa Karangmulya

Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA KARANGMULYA KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN

Dampak Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pendidikan Karakter Perkembangan Anak usia Dini di Era Digital

Administrator 29 April 2026 Dibaca 66 Kali
Dampak Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pendidikan Karakter Perkembangan Anak usia Dini  di Era Digital

Pendahuluan

Di era digital sekarang ini yang semuanya serba praktis, banyak ditemukan anak-anak yang tingkat pertumbuhan dan perkembangan di lingkungan jauh lebih menghawatirkan di bandingkan dengan generasi sebelumnya. Penggunaan gawai,internet, dan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan sejak usia dini. Di tengah gempuran zaman sekarang ini, peran orang tua dalam pola asuh menjadi semakin penting ,terutama dalam membentuk karakter anak. 

Tantangan di Era Digital

Adanya teknologi digital membawa perubahan dan tantangan baru bagi orang tua. Anak dapat lebih mudah mengakses berbagai informasi, termasuk yang belum sesuai dengan usia mereka. Anak usia dini sangat rentang terpapar konten-konten negative melalui perangkat digital, sehingga menjadi sebab menurunnya  empati, meningkatnya sifat individualis, serta pola pikir konsumtif. Orang tua sering kali terjebak dengan pola asuh permisif, selalu membiarkan anak bermain gadget tanpa pengawasan, sehingga  pembentukan karakter, disiplin dan tanggung jawab anak dapat terhambat.

Pola Asuh sebagai Fondasi Karakter

Pola asuh orang tua menjadi penentu utama dalam membentuk karakter anak usia dini agar mampu beradaptasi dan memiliki nilai moral ditengah majunya perkembangan teknologi digital. Anak belajar dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan di lingkungan keluarga. Sikap seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan disiplin tidak muncul begitu saja, melainkan dibentuk melalui interaksi sehari-hari dengan orang tua. Pola asuh yang tepat akan berdampak pada kemandirian, kedisiplinan , dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Ada beberapa jenis pola asuh dalam Psikologi Perkembangan, antara lain:

  1. Pola Asuh Otoriter

Orang tua menuntut anak untuk selalu perfec dalam segala hal tanpa banyak bicara. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung patuh, tapi kurang percaya diri.

  1. Pola Asuh Demokrasi

Pola Asuh ini dianggap paling seimbang, orang tua tegas tapi hangat dan komunikatif. Dampak yang terjadi anak cenderung mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab.

  1. Pola Asuh Permisif

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh permisif sering kali kurang disiplin, sulit mengikuti aturan, dan cenderung egios. Orang tua membebaskan anak tanpa batasan, sehingga anak mungkin bisa kreatif, tetapi kurang terkontrol.

  1. Pola Asuh Neglektif/Abai

Pola Asuh ini dampaknya paling negative karena orang tua kurang terlibat baik secara emosional maupun pengawasan, sehingga  anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Akibatnya anak bisa mengalami keterlambatan perkembangan, masalah emosional, serta kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Peran Orang Tua dalam Menghadapi Era Digital

Orang tua harus bijak dalam menggunakan teknologi, sebab anak peniru ulung dalam mengikuti setiap perilaku yang dilakukan orang tua. Untuk menghadapi tantangan ini, orang tua perlu mengadaptasi pola asuh yang relevan dengan perkembangan zaman.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Mendampingi penggunaan teknologi

    Orang tua tidak hanya membatasi, tetapi juga perlu terlibat dalam aktivitas digital anak, seperti

    menonton bersama atau memilihkan konten yang edukatif.

  1. Menetapkan aturan yang jelas

    Membuat kesepakatan mengenai durasi penggunaan gawai dan jenis konten yang boleh diakses

  1. Membantu anak belajar disiplin dan tanggung jawab.
  2. Menjadi teladan
  3. Mengutamakan komunikasi
  4. Membuka ruang diskusi membuat anak merasa dihargai dan lebih terbuka dalam menyampaikan

    pengalaman mereka di dunia digital.

Pendidikan Karakter di Rumah

Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi justru berakar dari keluarga. Di era digital, nilai-nilai seperti etika berkomunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi menjadi semakin penting.

Orang tua dapat menanamkan nilai-nilai tersebut melalui kebiasaan sederhana, seperti mengajarkan sopan santun saat berkomunikasi online, mengingatkan pentingnya menjaga privasi, serta membimbing anak untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

Penutup

Era digital memang membawa banyak kemudahan, tetapi  dampaknya juga tidak sedikit. Dalam situasi ini, pola asuh orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Pola Asuh  Demokrasi menjadi salah satu yang paling mendukung bagi perkembangan karakter. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi tidak hanya menjadi ancaman, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang efektif bagi perkembangan anak secara optimal.

Pada akhirnya, keseimbangan antara pengawasan, kasih sayang, dan komunikasi adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter.

Oleh: Masrihati

Mahasiswi PIAUD STAI Putra Galuh Ciamis

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

APBDes 2025 Pendapatan

APBDes 2025 Pembelanjaan